BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Thursday, February 24, 2011

TaNyA SaMa HaTi

Tanya sama hati,
Adakah wujud secebis simpati,
Melihat anak-anak kecil terusan berlari,
Mencari tempat menyelamatkan diri,
Merangkak bersembunyi,
Sedang peluru beterbangan sana sini,
Menangis mencari erti apa yang terjadi,
Langsung tak mengerti.

Tanya sama hati,
Wujudkah secubit kasihan,
Melihat si ibu yang menahan,
Segala derita yang tersimpan,
Merempuh bahaya mencari makanan,
Buat si anak yang merengek kelaparan.

Tanya sama hati,
Apakah rasa,
Melihat derita mereka,
Setiap detik menghitung dan mengira,
Saat berlalunya masa,
Menghitung waktu hilangnya nyawa mereka,
Seperti yang lainnya,
Berjuang demi negara,
Yang diserang kekejaman dunia.

Tanya sama hati,
Tergamakkah terus memandang?
Tertahankah terus memendam?
Mendengar dentuman peluru perang,
Melihat dunia kian kejam.

Tanya sama hati,
Pekakkah telinga?
Butakah mata?
Tertahankah rasa?
Andai segalanya itu terjadi pada kita.

Andai,
Kekuatan kita tak mampu dijadikan senjata,
Ketabahan kita tak mampu dijadikan perisai,
Sedang kemarahan membara,
Perit di sana seakan terasa,
Bekalkan mereka doa,
Agar hati mereka kian kental,
Agar jiwa mereka kan terus kebal.

No comments:

Thursday, February 24, 2011

TaNyA SaMa HaTi

Posted by Miss Zahira (saya sukakan Pari-Pari jadi saya suka orang panggil saya paripari) at 12:07 AM
Tanya sama hati,
Adakah wujud secebis simpati,
Melihat anak-anak kecil terusan berlari,
Mencari tempat menyelamatkan diri,
Merangkak bersembunyi,
Sedang peluru beterbangan sana sini,
Menangis mencari erti apa yang terjadi,
Langsung tak mengerti.

Tanya sama hati,
Wujudkah secubit kasihan,
Melihat si ibu yang menahan,
Segala derita yang tersimpan,
Merempuh bahaya mencari makanan,
Buat si anak yang merengek kelaparan.

Tanya sama hati,
Apakah rasa,
Melihat derita mereka,
Setiap detik menghitung dan mengira,
Saat berlalunya masa,
Menghitung waktu hilangnya nyawa mereka,
Seperti yang lainnya,
Berjuang demi negara,
Yang diserang kekejaman dunia.

Tanya sama hati,
Tergamakkah terus memandang?
Tertahankah terus memendam?
Mendengar dentuman peluru perang,
Melihat dunia kian kejam.

Tanya sama hati,
Pekakkah telinga?
Butakah mata?
Tertahankah rasa?
Andai segalanya itu terjadi pada kita.

Andai,
Kekuatan kita tak mampu dijadikan senjata,
Ketabahan kita tak mampu dijadikan perisai,
Sedang kemarahan membara,
Perit di sana seakan terasa,
Bekalkan mereka doa,
Agar hati mereka kian kental,
Agar jiwa mereka kan terus kebal.

0 comments on "TaNyA SaMa HaTi"